Minggu, 06 Mei 2012
by Setyo
2 Comments
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Rumahku Surgaku
Kejujuaran, kerja keras dan kesederhanaan
4 Tahun yang Lalu
Kasih Itu Bukan Kasih Atau Memang Kasih Itu Kasih
Dalamku. Bingung dan bimbang, kemudian aku minta petunjuk-Nya di malam itu, beberapa kali aku minta untuk mendapatkan keteguhan hati. Keteguhan hati yang mampu membuat diri ini tegar. Tegar untuk mencoba dan menerima segala keputusan.
Saat itu tiba, ketika aku tahu bahwa kasih itu tak lagi sendiri, Kasih itu telah berikrar. Ikrar yang terus dijaga demi keutuhan kasih.
Kemudian kuhela nafas ini, hhmm. Mungkin bukan Kasih ini..
Hingga saat ini, aku hanya bisa berdoa
Ya Allah, aku mencintainya. Jika memang dia bukan jodohku, Hamba mohon, berikan cintaku ini kepada Kasih yang Engkau takdirkan sebagai pendamping hidupku. Pendamping hidup yang baik untukku, dan aku baik untuknya, yang baik agama dan pengamalannya, yang baik keturunannya. Yang baik ....
Namun jika Engkau berkehendak lain, maka Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi hamba,,
Dan bimbinglah hati ini untuk ikhlas menerima segala keputusan-Mu karena Engkau Cinta hamba,
Bantulah hamba untuk tetap menjaga cinta kepada-Mu Ya Allah..
Dan bantulah hamba untuk menjaga iman hamba,
Dan luruskan hati ini dalam melangkah di dunia ini,
Ampuni hamba Ya Rabb...
Bersyukur
Manusia memiliki kecenderungan untuk mengeluhkan sesuatu yang belum ia dapatkan dan melupakan atas apa yang telah ia dapat. Dan manusia cenderung melihat dirinya serba kurang tanpa mensyukuri atas apa yang Allah SWT beri.
Jika kita mau untuk melihat lingkungan di sekitar kita, pasti kita akan menemukan suatu hal yang menarik. Bahwa kita termasuk orang yang sangat beruntung di dunia ini. Banyak orang di luar sana yang belum memiliki tempat tinggal, tidak bersekolah, tidak bekerja, menjadi pengemis dan gelandangan dan masih banyak lagi hal lain. Semua itu seharusnya mampu membuat kita bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita.
Dan Allah sangat membenci orang-orang yang kufur nikmat atas apa yang Allah berikan. Oleh karena itu, mari kita mensyukuri atas segala karunia Allah SWT yag ada.
“Pandanglah orang yang di bawahmu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena hal itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikamatan Allah untukmu.” (HR Muslim)
Cinta Sejati ?
Sebuah catatan kecil yang telah sahabat berikan kepadaku sungguh penuh makna. Makna yang dalam serta sarat akan ilmu.
“Seorang laki-laki mencintai seorang perempuan dengan cinta ikhlas, suci dari syahwat, jauh dari kecabulan dan kosong dari kekejian. Itulah cinta sejati.
Singkat kata....
Cinta sejati adalah seseorang yang mencintai dengan ikhlas, bukan karena tertarik oleh sesuatu apapun, bukan pula dorongan syahwat.
Dasar cinta ini adalah taqwa, karene terpengaruh oleh pengertian cinta dalam Islam dan keterkaitannya untuk bersikap iffah.
Sikap “iffah” adalah sesuatu yang ada dalam prinsip agama, sedangkan cinta merupakan sesuatu yang berhubungan dengan naluri. Penyatuan keduanyalah yang kemudian akan membentuk “cinta sejati”. Bagi orang-orang beriman yang menjaga kemurnian agamanya akan menerapkan “cinta” dalam bentuk yang demikian itu.
Apakah mereka yang memiliki cinta itu benar-benar memiliki sifat “iffah” dan taqwa? Apakah mereka dengan kekasihnya benar-benar manusiawi, suci dan berdasarkan ketaqwaan?
Jawabannya pasti tidak ! Alangkah banyak dari para perindu yang mengatasnamakan cinta sejati memasuki rumah yang bukan milik mereka. Mereka menghabiskan malam dan siang hanya untuk bercanda dan berbicara dengan kekasih mereka di rumah pasangan mereka atau di tanah lapang yang sepi. Mereka melakukan hal itu di tempat dan waktu tertentu yang telah dijanjikan untuk bertemu. Mungkin saja hal-hal tersebut akan menjadikan mereka terdorong untuk memenuhi keinginan yang diharamkan yang tidak sesuai dengan moral dan agama.
Barangsiapa yang jatuh cinta, lalu tetap mejaga kesucian dirinya, menyembunyikan rasa cintanya dan bersabar hingga mati, maka dia mati syahid.
Biasanya kehadiran “dendam” itu ada di hatimu, itu disebabkan karena kalian kurang ikhlas untuk mencintai orang lain dan kurang menerima keadaan yang ada.
Keikhlasan hatimu untuk mencintai seseorang. Karena mencintai dan dicintai adalah HAK. Namun tidak “HAK” untuk keinginan “memiliki” orang lain. “
Masjid Sebagai Tempat Bersosialisasi
Sebagai contoh sarana sosialisasi adalah masjid. Kenapa masjid? Perlu kita ketahui, banyak hal yang bisa berawal dari sebuah masjid. Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga berfungsi sebagai tempat sosialisasi. Secara nalar, salat berjamaah dilakukan di masjid / mushala dan di sanalah kita bertemu dengan orang lain dan secara otomatis kita telah bersosialisasi.
Senyum yang kita tebar ketika bertemu orang lain pun termasuk sebagai sarana sosialisasi dimana kita menjalin hubungan baik dengan orang lain. Selain itu, ucapan salam yang kita sampaikan kepada jamaah lain merupakan wujud penghormatan kita, wujud penghargaan kita kepada orang lain.
Sungguh indah dan sungguh penuh rahasia masjid itu. Keindahaan itu dapat dirasakan jikalau kita terus berusaha untuk selalu memakmurkan masjid. Rumah Allah SWT.
SMS
Sebuah pesan datang dari seorang sahabat yang shalihah. Sahabat ini menuliskan sms singkat nan bermakna.
" Sabar bagi orang yang kenal Allah SWT . "
" Ikhlas bagi orang yang yakin pada Allah SWT. "
" Qonaah bagi orang yang syukur "
" Zuhud bagi orang yang tahu kekayaan Allah SWT. "
Terkadang kita mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya, namun sesungguhnya sabar itu tidak ada batasannya cuma ada tingkatannya. Tingkatan sabar sebenarnya hanya dapat dinilai oleh - Nya. Orang yang sabar akan terlihat dari tindak tanduknya. Sifat sabar akan terlihat ketika sedang menghadapi masalah, masalah ini merupakan kunci pembuka sifat kita. Apakah kita sabar atau tidak saat menghadapi masalah dan menyelesaikannya. Sekolah " kesabaran " adalah kehidupan.
Seringkali suatu amalan / kegiatan yang kita lakukan sehari-hari hanya ingin mendapatkan penilaian yang baik dari orang lain. Sehingga amalan kita seolah-olah untuk orang lain. Untuk mencapai keikhlasan sangatlah dibutuhkan suatu keyakinan yang sangat besar pada Nya. Karena dengan keyakinan yang besar akan menumbuhkan kecintaan pada Nya.
Semua itu sulit tapi BISA DILAKUKAN jika berusaha.
Persahabatan
Namun apakah selama ini kita telah menjalin persahabatan yang baik dengan sahabat kita? Sudah tuluskah kita menjalin persahabatan dengan orang lain? Untuk itu kita harus lebih mengoreksi diri sendiri sudah sejauh manakah kita melandaskan ketulusan dalam menjalin persahabatan.
Dalam mencari sahabat / teman kita pun perlu hati-hati dalam memilih, salah - salah sahabat kita malah akan menjerumuskan kepada hal - hal negatif yang akan membuat kita semakin jatuh. Untuk itu kita perlu cermat dalam memilih sahabat.
Secara garis besar sahabat yang baik adalah :
- Sahabat yang mempunyai akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik hubungan persahabatan yang dijalin akan berjalan sesuai dengan koridor norma-norma yang berlaku. Tidak hanya itu, sahabat secara otomatis mengingatkan kita ketika berbuat salah.
- Sahabat yang tidak suka maksiat. Hubungan persahabatan akan sangat mempengaruhi diri kita, jika kita bersahabat dengan orang yang suka maksiat maka secara tidak langsung kita akan terbawa kepada hal-hal yang berbau maksiat meskipun hanya perbuatan yang sepele.
- Sahabat yang bukan pecinta dunia. Pecinta dunia akan mendasarkan seluruh kegiatannya sehari-hari pada dunia semata. Pecinta dunia hanya akan memikirkan hidupnya sendiri dan hanya untuk senang-senang semata. Pecinta dunia hanya akan memikirkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.
Buku Kehidupan
Buku, ya buku kehidupan
Satu-satunya buku
Dimana tidak ada satu pena pun
Yang mampu menorehkan tintanya
Tintanya terbuat dari tingkah laku kita
Isinya adalah kisah hidup kita
Kisah yang baik dan buruk
Kisah yang akan menentukan nasib kita
Itulah buku kehidupan
Nan maya namun nyata
