Catatan Setyo

Sebuah catatan warna-warni kehidupan


Kamis, 09 Maret 2023
by Setyo
0 Comments

STRUKTUR SISTEM OPERASI (Part 1)

Melanjutkan berbagi materi kuliah sebelumnya, kali ini saya akan membagikan pembahasan berkaitan dengan struktur sistem operasi. Semoga bisa menambah referensi bagi semua.

KOMPONEN SISTEM

Menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, pada umumnya sebuah sistem operasi moderen mempunyai komponen sebagai berikut :
1. Manajemen proses
2. Manajemen memori utama
3. Manajemen file
4. Manajemen sistem I/O
5. Manajemen sekunder
6. Jaringan
7. Sistem proteksi
8. Commad –Intertreter System

A. MANAJEMEN PROSES

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas dan perangkat-perangkat I/O.

Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses, seperti :

  1. Pembuatan atau penghapusan proses yang dibuat oleh user atau sistem.
  2. Suspensi atau asumsi proses.
  3. Kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses, komunikasi proses, dan pengendalian deadlock.

B. MANAJEMEN MEMORI UTAMA

Memori utama, atau lebih dikenal sebagai memori, adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data sementara dimana data akan hilang begitu sistem dimatikan.

Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori, seperti:

  1. Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
  2. Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil ke memori jika masih ada ruang di memori.
  3. Mengalokasikan dan mendealokasikan ruang memori jika diperlukan.

C. MANAJEMEN FILE

File adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuatan file tersebut. File dapat mempunyai struktur yang bersifat hierarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi memberikan tanggapan atas manajemen file untuk aktivitas-aktivitas berikut:

  1. Pembuatan dan penghapusan file
  2. Pembuatan dan penghapusan direktori
  3. Primitif-primitif yang mendukung untuk memanipulasi file dan direktori
  4. Pemetaan file ke memori file
  5. Back up file ke media penyimpanan yang stabil (Non-volatile)

D. MANAJEMEN INPUT-OUTPUT

Sering disebut sebagai Device Management, yang menyediakan device driver yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh : digunakan operasi yang sama untuk membaca file pada hard disk, CD ROM dan floppy disk.

Sistem operasi memberikan tanggapan atas manajemen input-output untuk aktivitas-aktivitas berikut :

  1. Sistem buffer – caching : menampung sementara data dari I/O dan ke I/O.
  2. Antarmuka device-device secara umum atau spooling yang melakukan penjadwalan pemakaian I/O supaya sistem lebih efisien (seperti antrian pada proses).
  3. Driver untuk device hardware-hardware tertentu yang dapat melakukan operasi “detail” untuk perangkat I/O tertentu.

E. MANAJEMEN MEMORI SEKUNDER

Sistem komputer modern menggunakan disk sebagai media on-line storage, yang digunakan untk program dan data. Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas yang berhubungan dengan manajemen disk :

  1. Manajemen free space (pengaturan ruang kosong),
  2. Alokasi penyimpanan (storage allocation),
  3. Disk scheduling (penjadwalan disk).

F. JARINGAN (SISTEM DISTRIBUSI)

Sistem distribusi adalah kumpulan beberapa prosesor yang tidak membagi memori atau clock. Masing-masing prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor di dalam sistem dihubungkan melalui suatu jaringan komunikasi dan komunikasi berlangsung dengan menggunakan suatu protokol. Sistem distribusi menyediakan akses user untuk berbagai sumber daya sistem. Akses terhadap sumber daya yang digunakan bersama mengijinkan:

  1. Mempercepat komputasi (Computation speed up),
  2. Peningkatan ketersediaan data (Increased data availability),
  3. Peningkatan keandalan (Enhanced reliability).

G. SISTEM PROTEKSI

Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus :

  1. Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum,
  2. Menetapkan kontrol untuk diterapkan (specify the controls to be imposed),
  3. Meyediakan tujuan dari pelaksanaan proteksi (provide a means of enforcement).

H. COMMAND-INTERPRETER SYSTEM

Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna. Program yang membaca instruksi da mengartikan control statement umumnya disebut Control-card interpreter, Command-line interpreter, dan UNIX shell. 

Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke satu sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang digunakan. Contohnya : CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.

Banyak perintah yang diberikan kepada sistem operasi oleh cotrol statement yang berhubungan dengan :

  1. Proses pembuatan (creation) dan manajemen,
  2. Penanganan I/O (I/O handling),
  3. Manajemen secondary – storage,
  4. Manajemen memori utama
    1. Akses file-system,
    2. Proteksi
    3. Jaringan


by Setyo
0 Comments

STRUKTUR SISTEM KOMPUTER (PART 2)

Melanjutkan materi pembahasan struktur sistem komputer pada sesi sebelumnya. Semoga bermanfaat.

STRUKTUR DMA

Direct Memory Access (DMA) adalah suatu metode penanganan I/O dimana device controller langsung berhubungan dengan memori utama tanpa intervensi CPU. DMA digunakan untuk perangkat I/O berkecepatan tinggi yang mampu mengirim informasi yang mendekati kecepatan memori. Hanya terdapat satu interupsi yang dihasilkan per blok, yang berbeda dengan perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi per byte.

Keuntungan penggunaan mode DMA dapat dilihat pada operasi multitasking seperti UNIX, karena mentransfer data dengan mode ini akan menghemat sumber daya CPU sehingga CPU dapat melakukan pekerjaan lain. Sedangkan pada DOS (single-tasking) harus menunggu sampai proses selesai terlebih dahulu baru kemudian bisa menjalankan proses berikutnya.

Dua jenis DMA yaitu

  1. Third-party DMA, yang menggunakan DMA controller yang ada pada motherboard untuk mengerjakan proses.
  2. First-party DMA, atau juga disebut dengan Busmastering DMA, dimana proses dikerjakan oleh bagian logic di interface card.

STRUKTUR PENYIMPANAN

Penyimpanan terdiri dari  memori utama dan memori sekunder. Memori utama (biasanya RAM) adalah satu-satunya tempat penyimapanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Idealnya program dan data secara keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen. Namun hal ini tidak mungkin karena:

  1. Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan
  2. Memori utama bersifat volatile, tidak bisa meyimpan secara permanen, apabila komputer dimatikan maka data yang tersimpan di memori utama akan hilang.

A. Memori Utama

Memori utama merupakan kumpulan blok-blok dimana masing-masing kotak dapat meyimpan suatu penggal informasi baik yang berupa data maupun instruksi dan tiap-tiap lokasi dari blok ditunjukkan oleh suatu alamat (address). Alamat memori merupakan suatu nomor yang menunjukkan lokasi tertentu dari blok memori.

Hanya memori utama dan register yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Oleh karena itu instruksi dan data yang akan diakses harus disimpan di memori utama atau register.

Untuk mempermudah akses perangkat I/O ke memori, telah disediakan fasilitas pemetaan memori ke I/O. Dalam hal ini sejumlah alamat dipetakan dengan device register. Membaca dan menulis pada alamat memori ini menyebabkan data ditransfer dari dan ke device register. Metode ini cocok untuk perangkat dengan waktu respons yang cepat seperti pada video controller.

Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan paling cepat. Bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.

B. Magnetic Disk

Magnetic disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang paling banyak dijumpai pada sistem komputer moderen. Disk adalah sebuah piringan bundar dari logam atau plastik yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi. 

Data yang dikirim akan direkam di atasnya dan kemudian dapat dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengkonduksi (conducting coil) yang dikenal dengan head. Selama operasi pembacaan dan penulisan, head akan bekerja dengan sifat stasioner sedangkan piringan berputar di bawah head tersebut.

Mekanisme pembacaan didasarkan pada arus listrik yang berada di dalam kumparan yang dihasilkan oleh medan listrik yang bergerak relatif terhadap kumparan. Pada saat disk melintasi bagian bawah head, permukaan disk mengeluarkan arus yang mempunyai polaritas yang sama dengan polaritas waktu merekam pada disk tersebut. Lebar piringan disk berkisar antara 1,8 sampai 14 inci.

Head merupakan perangkat yang berbentuk kecil yang dapat membaca dan menulis dari bagian piringan yang ada di bawahnya. Hal ini sanagt berpengaruh dalam organisasi data pada piringan, untuk membentuk track dimana masing-masing track mempunyai lebar yang sama dengan head.

C. Cache Memory

Cache memori ditunjukan untuk memberikan kecepatan memori yang mendekati kecepatan memori yang diperoleh, sekaligus memberikan ukuran memori yang besar dengan harga yang lebih murah dari jenis memori-memori semikonduktor.

Gambar 2.4 Cache memory dan memoti utama


Cache berisi salinan sebagian memori utama. Pada saat CPU membaca sebuah word memori, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah word terdapat pada cache atau tidak. Jika ada maka word akan dikirim ke CPU dan jika tidak ada maka block memori utama yang terdiri dari sejumlah word yang tetap akan dibaca ke dalam cache dan kemudia akan dikirim ke CPU.

Ada dua jenis cache:

  1. Software cache (caching disk controller), yang berfungsi untuk mempercepat akses data pada disk dengan menyimpan data yang baru digunakan pada memori utama.
  2. Hardware cache (on-the-board-cache), yang berfungsi untuk mempercepat akses memori dengan meyimpan data yang baru digunakan dalam memori yang lebih cepat.

D. Ukuran Cache Memory

Ukurannya cukup kecil sehingga rata-rata per bit mendekati harga memori utama dan cukup besar sehingga waktu rata-rata keseluruhan mendekati waktu akses cache. Semakin besar cache, maka semakin besar jumlah gate yang terdapat pada pengalamatan cache. Dengan demikian cache yang berukuran lebih besar cenderung lebih lambat dibandingkan dengan cache berukuran lebih kecil.

E. Storage Hierarchy

Dalam storage hierarchy structure, data yang sama bisa tampil dalam level berbeda dari sistem penyimpanan. Sebagai contoh, integer (x) beralokasi pada bekas (y) yang ditambahkan 1, dengan asumsi bekas (y) terletak pada magnetic disk. Operasi penambahan diproses dengan pertama kali mengeluarkan operasi I/O untuk menduplikasi disk block pada (x) ke dalam cache dan penduplikatan (x) ke dalam internal register.

Dengan demikian penduplikatan (x) terjadi di beberapa tempat. Pertama, terjadi di internal register dimana nilai A berbeda dengan yang di sitem penyimpanan. Nilai di (x) akan kembali sama ketika nilai baru ditulis ulang ke magnetic disk.

Pada kondisi multiprosesor, situasi akan menjadi lebih rumit. Hal ini karena masing-masing prosesor mempuyai local cache. Dalam kondisi seperti ini hasil duplikasi dari x mungkin hanya ada di beberapa cache. Karena CPU (register-register) dapat dijalankan secara bersamaan maka kita harus memastikan perubahan nilai x pada satu cache akan mengubah nilai x pada semua cache yang ada. Hal ini disebut dengan Cache Coherency.

Device

Typical Acces Times

Throughput Rate

CPU Register

 

 

Cache Memory (SRAM)

15 to 30 nanoseconds

 

Conventional memory (DRAM)

50 to 100 nanoseconds

 

Expanded storage (RAM)

75 to 500 nanoseconds

 

Hard disk drive

10 to 50 milliseconds

600 to 6,000 KB/sec

Floppy disk

95 milliseconds

100 to 200 KB/sec

CD-ROM

100 to 600 milliseconds

500 to 4,000 KB/sec

Tape

.5 and up seconds

2,000 KB/sec (cartridge)

Keterangan :

  • Milisecond (ms) : Ribuan operasi per detik (1/1000)
  • Microsecond (Us) : Jutaan operasi per detik (1/1.000.000)
  • Nanosecond (ns) : Milyard operasi per detik (1/1.000.000.000)
  • Picosecond (ps) : Triliun operasi per detik (1/ 1.000.000.000.000)

Rabu, 08 Maret 2023
by Setyo
0 Comments

STRUKTUR SISTEM KOMPUTER (PART 1)

Kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa materi berkaitan dengan struktur sistem komputer yang didapatkan selama mata kuliah Sistem Operasi. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi tambahan bagi semua.

PENDAHULUAN

Sistem computer modern terdiri dari CPU (Central Processing Unit) serta device controller yang terhubung melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device controller bertugas mengatur perangkat keras yang ada di dalam computer. CPU dan device controller dapat dijalankan bersamaan, namun tetap memerlukan mekanisme sinkronasi untuk mengatur akses ke memori.

Program awal pada sistem komputer pertama dijalanka disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistem komputer. Interupsi bisa terjadi apabila hardware atau software minta dilayani oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor akan menghentikan proses yang sedang dikerjakannya dan kemudian mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor akan kembali melanjutkan proses yang tertunda.


Gambar 2.1 Strukur sistem komputer modern

SISTEM OPERASI KOMPUTER

Sistem operasi yang berlaku pada komputer adalah 
1. Sarana I/O dan CPU dapat mengeksekusi secara bersamaan
2. Masing-masing device controller bertanggung jawab terhadap alat tertentu
3. Masing-masing device controller mempunyai local buffer sendiri.
4. CPU memindahkan data dari / ke memori utama ke / dari local buffer.
5. I/O adalah device ke local buffer dari controller.
6. Device controller menginformasikan kepada CPU bawa telah menyelesaikan operasinya dengan cara melakukan interrupt.

FUNGSI KOMPUTER

Fungsi dasarnya adalah eksekusi program. Program yang akan dieksekusi berisi sejumlah instruksi yang disimpan dalam memori dan CPU akan melakukan tugas ini dengan mengeksekusi program.
Pengolahan instruksi terdiri dari dua langkah.
  1. Instruksi baca (fetch) CPU dari memori
  2. CPU mengeksekusi setiap instruksi yang ada.
Eksekusi program terdidi dari proses penulangan fetch dan eksekusi instruksi. Dan instruksi sendiri dapat terdiri dari sejumlah langkah.


Gambar 2.2 Siklus Instruksi

Pengolahan yang diperlukan untuk instruksi tunggal disebut dengan siklus intruksi. Eksekusi program akan terhenti jika mesin  komputer dimatikan atau terdapat instruksi program yang menghentikan komputer. Pada setiap siklus instruksi, CPU membaca instruksi dari memori. 

CPU selalu menambahkan PC (Progra Counter) setiap kali membaca instruksi. Instruksi yang dibaca akan dimuat ke dalam sebuah register di dalam CPU yang dikenal dengan Intruction Register (IR).

Contoh 
Langkah pertama
PC berisi 300 alamat instruksi. Alamat ini dimuat ke dalam instruction register (IR). Proses ini melibatkan penggunaan memori address register (MAR) dan memori buffer register (MBR), dan register-register intermediatenya diabaikan.
Langkah kedua
4 bit pertama di dalam IR mengindikasi bahwa akumulator (AC) akan dimuat dan 12 bit sisanya menentukan alamat 940.
Langkah ketiga
PC dinaikan nilainya dan instruksi berikutnya akan diambil.
Langkah keempat
Isi AC yang lama da isi 941 ditambah dan hasilnya disimpan di dalam AC.
Langkah kelima
PC dinaikkan nilainya dan instruksi berikutnya akan diambil.
Langkah keenam
Isi AC akan disimpan pada lokasi 941
 

INTERRUPT

Interrupt merupakan sinya dari peralatan luar atau suatu permintaan dari program untuk melakukan suatu tugas khusus. Jika terjadi interrupt maka program akan berhenti dan terlebih dahulu menjalankan kegiatan interrupt.


Gambar 2.3 Siklus Proses dengan Interrupt

A. INTERRUPT HANDLING

1. Sistem akan mengendalikan status CPU dengan menyimpan register-register dan program counter.
2. Menentukan tipe interrupt yang telah terjadi:
   a. Pooling
   b. Vectored interrupt system
   Memisahkan segmen kode yang menentukan tindakan yang harus diambil untuk masing-masing jenis interrupt.

B. FUNGSI UMUM INTERRUPT

  1. Interrupt memindahkan pengendalian kepada interrupt service routine melalui interrupt vektor yang berisi alamat dari semua service routine.
  2. Arsitektur interrupt harus menyimpan alamat instruksi yang diinterrupt.
  3. Interrupt yang datang berikutnya dibatalkan ketika interrupt lain sedang diproses untuk mencegah hilangnya suatu interrupt.
  4. Trap adalah software-generated interrupt yang disebabkan oleh kesalahan atau karena permintaan user.
  5. Suatu sistem operasi dikendalikan oleh interrupt.

Penyebab terjadinya interrupt

1. Program
Diakibatkan adanya beberapa kondisi yang terjadi, hasil dari suatu eksekusi
Contoh : arithmetic overflow, devision by zero, pengeksekusian secara ilegal, penggunaan memori yang berlebihan.
2. Timer
Disebabkan oleh timer di dalam prosesor. Hal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi-fungsi tertentu secara regular.
3. I/O
Disebabkan oleh I/O controller, baik sebagai tanda bahwa suatu operasi telah selesai, maupun memberi tanda adanya kondisi error. Interupt I/O ada dua macam, interrupt pendek dan interrupt panjang. 
4.Hardware Failure
Disebabkan oleh kesalahan hardware, seperti power failure atau memory parity error.

STRUKTUR I/O

Untuk mengoperasikan I/O, CPU memanggil register-register yang cocok untuk device controller, dan kemudian device controller merespon dengan mengisi register-register berupa respon dengan mengisi register-register berupa respon yang diberikan
Dua aksi yang diberikan saat terjadinya interrupt.

A.Synchronous I/O

Setelah penggunaan I/O dimuali, kontrol kembali ke program user setelah penggunaan I/O selesai.
  1. Wait instruction, mengosongkan CPU sampai interrupt selanjutnya.
  2. Wait loop, peryataan untuk mengakses memori.
  3. Paling banyak hanya ada satu permintaan I/O yang belum diselesaikan pada waktu yang sama.Tidak ada pemrosesan I/O secara simultan.

B. Asynhronous I/O

Setelah penggunaan I/O dimulai, kontrol kembali ke program user tanpa menunggu selesainya penggunaan I/O.
  1. System call – meminta kepada sistem operasi untuk mengijikan user menunggu selesainya penggunaan I/O.
  2. Device-status table, berisi masukan untuk masing-masing sarana I/O yang mengindikasikan jenis, alamat, dan status.
  3. Sistem operasi menunjuk I/O device table untuk menentukan status dan memodifikasi masukan untuk memasukkan interrupt.

C. Interupsi I/O

Untuk memulai operasi I/O, CPU me-load register yang bersesuaian ke device controller. Sebaliknya, device controller memeriksa isi register untuk kemudian menentukan operasi apa yang harus dilakukan. 
Pada saat operasi I/O dijalankan maka ada dua kemungkinan, yaitu synchronous I/O dan asynchronous I/O. Pada synchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. 
Sedangkan pada asynchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat berjalan secara bersamaan.

Senin, 10 Agustus 2009
by Setyo
0 Comments

Install aplikasi crossover-pro-6.0.0-1.i386.rpm

Linux bagi sebagian besar orang merupakan salah satu sistem operasi yang asing, termasuk bagi saya. Sebenarnya tidak asing hanya jarang sekali menggunakannya.
Harus belajar lagi dari awal, tentu itu harus dilakukan untuk dapat menguasai sistem operasi ini.

Perintah dasar yang digunakan dalam Linux antara lain adalah perintah untuk melakukan install. Proses instal pada Linux tidak seperti pada Windows yang tinggal double-click dan selesai. Dalam Linux untuk menginstal software tambahan harus dilakukan dengan manual. Sebagai contoh perintah yang digunakan untuk meng-install sebuah aplikasi dalam SO ini adalah rpm.

Contoh yang aplikasi yang akan di-install pada Linux adalah crossover-pro-6.0.0-1.i386.rpm.
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah
  1. Buka konsole
  2. Copy file crossover-pro-6.0.0-1.i386.rpm pada Home Folder
  3. Ketikkan perintah rpm -ivh crossover-pro-6.0.0-1.i386.rpm
  4. Tunggu sampai proses instalasi selesai.
  5. Jika proses instalasi telah selesai, aplikasi crossover akan muncul pada menu Linux
Ribet.... Memang ribet tapi dari sini kita belajar SO dari dasar, mengenal proses instalasi serta perintah yang perlu diberikan agar proses instalasi berjalan dengan baik.

Selasa, 07 Juli 2009
by Setyo
0 Comments

Pembuatan Paket Aplikasi Web Server

Server web berfungsi banyak, salah satu fungsinya adalah memberikan informasi kepada orang yang mengakses kedalamnya. Server web selain berfungsi untuk internet, juga bisa berfungsi sebagai intranet, yang akan menjembatani komunikasi antar anggota dalam jaringan tersebut. Dalam hal ini server yang di gunakan adalah server Apache. Disini akan dijelaskan bagaimana cara instalasi dan setting server web apache, yaitu dengan cara instalasi dengan menggunakan rpm dan Tar.gz.

1. Instalasi Paket rpm
Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux adalah RPM, RedHat Package Manager. Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build paket software.
Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.
Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.
Untuk menjalankan RPM sangat mudah, berikut ini adalah perintah umum untuk: 1.1. Install rpm -i [option] [nama_paket_rpm] contoh : rpm -ivh vim-4.5-2.i386.rpm v dan h adalah option untuk menampilkan jalannya instalasi dan menampilkan grafik berbentuk hash (#). Option lainnya dapat di lihat di man rpm. Bila paket tersebut telah di instalasi atau ditemukan dependency, RPM akan memberitahukan dan instalasi di batalkan. Gunakan - -replacepkgs atau - -replacefiles bila ingin menimpa paket lama. Untuk dependency error, paket atau file yang di butuhkan harus di instalasi dulu. Sebaiknya tidak menggunakan option - -nodeps untuk mengatasi error dependency.
1.2. Upgrade

rpm -U [option] [nama_paket_rpm]
contoh:
rpm -Uvh emacs-19.34-4.i386.rpm

Upgrade ini adalah kombinasi dari uninstalasi dan instalasi, artinya RPM akan menguninstalasi dulu paket versi lama bila ditemukan dan menggantinya dengan versi baru. Bila tidak ditemukan versi lamanya maka otomatis RPM melakukan instalasi.

1.3. Uninstall

rpm -e [option] [nama_paket]
contoh:
rpm -e emacs

Untuk uninstalasi tidak dipakai nama paket RPM tapi nama paket itu sendiri. Dependency error juga terjadi bila paket yang ingin di uninstalasi dibutuhkan oleh program lain. Gunakan - -nodeps bila ingin tetap menghapusnya. Untuk uninstalasi ini sebaiknya dilakukan dengan meng-uninstalasi paket-paket sesuai urutan dependency-nya.

1.4. Query

rpm -q [option] [nama_paket]
contoh:
rpm -ql kernel

Option l menampilkan semua file yang dimiliki oleh paket kernel.

1.5. Verify

rpm -V [nama_paket]
contoh:
rpm -V bash

Verify digunakan untuk mendeteksi bila terdapat masalah saat instalasi. RPM akan membandingkan paket yang telah di instalasi dengan informasi yang terdapat pada file paket RPM aslinya. Bila tidak ada kesalahan, RPM tidak menampilkan sesuatu.

Minggu, 05 Juli 2009
by Setyo
1 comment

Administrasi Sistem Linux

Penanganan Pengguna (User dan Group)

Administrasi sistem pada LINUX hanya dapat dijalankan oleh super user atau administrator sistem tersebut.

    1. User

User hanya dapat dibuat dan dihapus oleh administrator atau super user saja. Untuk membuat atau menambah user ada dua cara, yaitu dengan shell script (mode text) atau melalui GUI (X-Window). Untuk shell script dengan perintah :

useradd so : digunakan untuk membuat user so, atau

adduser so : untuk menambah user. bila perintah useradd tidak ditemukan

rmuser -r so : untuk menghapus user so beserta home direktorinya

Untuk GUI tergantung dari distro Linux dan desktop managernya. Biasanya ada pada menu configuration


2. Group

Sama halnya dengan pembuatan user, pembuatan group dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan shell script dan GUI. Untuk shell script dengan perintah :

groupadd stmik : digunakan untuk membuat group stmik, atau

addgroup stmik: untuk menambah group. bila perintah groupadd tidak ditemukan

groupdel/rmgroup : digunakan untuk menghapus group yang sudah ada


Batasan File (File Restriction)

Di dalam linux setiap file mempunyai batasan file. Batasan file (hak akses) meliputi hak perijinan akses (permission), kepemilikan (owner), serta group pemilik file.

Fungsinya adalah untuk mengatur serta membatasi akses-akses terhadap file yang bersangkutan. Untuk melihat hak akses file menggunakan perintah ls –l, sedangkan perintah untuk menentukan hak akses adalah chmod. Dalam batasan file ada beberapa ketentuan pengaturan untuk perijinan dan kepemilikan suatu file, yaitu :

  • Setiap file selalu dimiliki oleh pemilik yang berhak mengatur hak akses terhadap file tersebut, hal ini berlaku juga untuk root /administrator atau super user / subtitude user


Hak akses file dibagi menjadi tiga :
  • read (baca) hak akses ini disimbolkan dengan huruf ‘r’,

  • write (tulis) hak akses ini disimbolkan dengan huruf ‘w’,

  • execute (eksekusi) hak akses ini disimbolkan dengan huruf ‘x’

Pemilik file dibagi menjadi tiga :
  • user (pemilik file)

  • group (group dari memiliki file), group di sini merupakan group dari pemilik file.

  • other (selain user dan group), adalah user yang tidak berada dalam satu group dengan user pemilik file

contoh :

# ls –l /home/data

-rwxr-xr-x 1 so stmik 5 Mar 25 2004 /home/data

Pada kolom pertama terdapat hak perijinan akses dari file /home/data. File ‘data’ dimiliki oleh ‘so’ dan dimiliki oleh group ‘stimik’, dengan ukuran file 5 byte, serta tanggal pembuatan/editing terakhir.

Perhatikan untuk kolom pertamanya ‘-rwx-r-xr-x’.


Metode Huruf

Pada metode huruf ini sintaknya diwakili oleh huruf-huruf yang menerangkan tentang hak akses dan pemilik file tersebut. Huruf-huruf yang dipakai adalah :

r = menyimbolkan read / baca

w = menyimbolkan write / tulis

x = menyimbolkan execute / eksekusi

u = menyimbolkan user / pemilik file

g = menyimbolkan group

o = menyimbolkan other / user lain selain pemilik file dan group


Sintak :

chmod [ugo]+/-[rwx] nama_file

Dengan tanda ‘+’ digunakan untuk memberi hak akses. tanda ‘-‘ digunakan untuk menghilangkan hak akses, contoh :

chmod u+rw aku :memberi hak akses kepada user / pemilik file dengan hak akses read / baca dan write / tulis pada file stmik.

chmod go-w aku :menghilangkan hak akses write / tulis untuk group dan other pada file oman

chmod ugo+w aku :menambahkan hak akses write / tulis untuk user, group dan other pada file oman.


Metode Angka

Selain menggunakan metode huruf, untuk mengatur hak akses dapat menggunakan metode angka. Angka-angka yang digunakan merupakan hasil dari konversi dari bilangan biner ke desimal, yaitu :

4 mewakili hak akses read / baca ( r--) --> 100 (biner) = 4

2 mewakili hak akses write / tulis (-w-) --> 010 = 2

1 mewakili hak akses execute/ eksekusi(--x) --> 001 = 1

0 menghilangkan semua hak akses ( --- ) --> 000 = 0

Untuk kombinasi dari hak akses yang ada, yaitu kombinasi antara hak akses r, w dan atau x adalah dengan cara menambahkan bilangan-bilangan yang mewakilinya, atau mengkonversinya dalam bentuk biner selanjutnya di desimalkan. Contoh kombinasi antara hak akses:

r-x sama dengan 5 berasal dari 4(read) + 1(execute) atau dari konversi biner 101

Sintak perintah untuk dengan menggunakan metode angka adalah :

chmod A1A2A3 nama_file

dengan

A1 = angka yang mewakili hak akses user si pemilik file

A2 = angka yang mewakili hak akses group pemilik file

A3 = angka yang mewakili hak akses other

contoh :

chmod 651 saya

Hak akses untuk user adalah read dan execute (6) hak akses untuk group adalah write dan execute (5) hak akses untuk other adalah execute (1)

chmod 740 kamu

hak akses untuk user adalah read, write dan execute (7), (full akses).hak akses untuk group adalah write. hak akses untuk other tidak ada (0)


by Setyo
0 Comments

Hirarki Sistem Linux

Seperti halnya DOS dan Windows sistem file pada linux tersusun atas direktori-direktori lain yang tersusun secara hirarki dari dengan direktori utamanya ‘/’ atau dikenal dengan “root directory”, dan di bawahnya terdapat lagi direktori yang merupakan tempat penyimpanan konfigurasi-konfigurasi sistem yang ada pada linux.


/bin

Merupakan kependekan dari “binaries”, atau executables, dimana banyak terdapat program-program sistem yang esensial. Gunakan ls –F /bin untuk melihat file-filenya. Jika anda melihat daftar file-nya, anda akan melihat beberapa commands yang telah anda kenal, seperti cp, ls, dan mv. Ketika anda menggunakan perintah cp, maka anda berarti menjalankan program /bin/cp. Dengan menggunakan ls –F , anda akan melihat bahwa sebagian besar (tidak semuanya) dari file-file di /bin memiliki tanda (“*”). Ini menandakan file tersebut dapat dieksekusi.

/dev

File-file di /dev merupakan file-file device, file-file tersebut mengakses system devices dan resources (sumber daya) seperti disk drive, modems, dan memory. Misalnya, untuk membaca input dari mouse maka dilakukan dengan mengakses /dev/mouse. Nama file yang diawali dengan fd adalah floppy disk devices. fd0 adalah floppy disk drive pertama, dan fd1 merupakan yang kedua. Beberapa file device yang umum.

/etc

Berisi sejumlah file konfigurasi sistem., seperti /etc/rc (script inisialisasi sistem)

/sbin

Berisi binary-binary sistem yang esensial dimana digunakan untuk administrasi sistem.

/home

Berisi direktori rumah dari para pengguna sistem. Sebagai contoh /home/amikom merupakan home directory dari user “amikom”.

/lib

Berisi shared library images, merupakan file-file yang berisi kode dimana banyak program-program menggunakannya secara umum.

/proc

/proc mendukung “virtual file system”, dimana file-file disimpan pada memori, tidak pada disk. File-file ini mengacu pada berbagai proses yang jalan pada sistem, sehingga dapat memberikan anda informasi tentang program-program dan proses-proses yang berjalan pada saat tertentu.

/tmp

Banyak program menyimpan informasi sementara di sini.

/usr

/usr merupakan direktori yang sangat penting dimana berisi sub-direktori yang berisi beberapa dari program-program dan konfigurasi file-file yang digunakan pada sistem yang paling penting.

/var

Berisi direktori yang sering berubah ukurannya, misal basis data.

Sabtu, 13 Juni 2009
by Setyo
0 Comments

Internal Command DOS yang Sering Digunakan

Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa perintah DOS yang sering digunakan.
Legenda:
[] : perintah yang di dalam kurung siku adalah optional (boleh dipakai, boleh tidak).
<> : tekan tanda di dalam <>

1. Perintah date
Digunakan untuk melihat atau mengubah tanggal hari ini di komputer kita.
Cara penulisan :
date [dd-mm-yy]
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik date pada command prompt C:\> date .
2. Di layar akan tampil :
Current date is Fri 19/04/2002
Enter new date (dd-mm-yy):
4. Jika tanggal akan diubah, ketik tanggal yang dikehendaki pada tempatnya (misal: akan jika diubah menjadi 25/04/2002, maka ketik 25-04-02), kemudian tekan enter. Jika tanggal tidak akan diubah, langsung tekan enter.

2. Perintah time
Digunakan untuk melihat atau mengubah tanggal hari ini di komputer kita.
Cara penulisan :
time [hh:mm[:ss[,xx]]]
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik time pada command prompt (C:\> time).
2. Tekan enter.
3. Di layar akan tampil :
Current time is 7:36:53,75a
Enter new time:
7:36:53,75a berarti jam di komputer ketika kita menanyakan time menunjukkan pukul 7(jam).36(menit).53,75(detik) pagi.
4. Jika waktu akan diubah, ketik waktu yang dikehendaki pada tempatnya (misal: akan jika diubah menjadi pukul 8.00, maka ketik 8:00), kemudian tekan enter. Jika waktu tidak akan diubah, langsung tekan enter.

3. Perintah ver
Digunakan untuk melihat versi DOS yang digunakan.
Cara penulisan :
ver
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik ver pada command prompt (C:\> ver).
2. Tekan enter.
3. Di layar akan tampil versi DOS yang digunakan, seperti:
Microsoft Windows 2000 [version 5.00.2195]

4. Perintah cls
Digunakan untuk membersihkan layar
Cara penulisan :
cls
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik cls pada command prompt (C:\> cls).
2. Tekan enter.
3. Layar DOS akan menjadi bersih kembali.

5. Perintah dir
Digunakan untuk menampilkan isi suatu directory ke layar.
Cara penulisan :
dir [drive:][path] [file apa saja yang akan di-listing] [/p][/w][/a]
[drive:] : Menampilkan daftar (listing) isi file yang ada di drive tersebut.
[path] : Menampilkan daftar (listing) isi file yang ada di path tersebut.
[file apa saja yang akan dilisting] :
Penentuan file apa saja yang di-listing dapat menggunakan karakter wildcard (? & *).
? : 1 karakter apa saja
* : semua karakter
Contoh :
?oba.txt : Semua file yang diawali dengan huruf apa saja, asalkan diikuti oba.txt
coba.* : Semua file bernama coba dengan extension apa saja.
[/p][/w] : Penampilan file yang dilisting pada layar.
[/p] : ditampilkan per page (per layar),
[/w] : ditampilkan secara menyamping, langsung seluruh file.
[/a] : Seluruh file, termasuk file dengan atribut hidden, ditampilkan.

Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah dir yang akan digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
3. Listing file yang ada di directory akan terlihat di layar.
Latihan :
Melisting semua file yang bukan hidden yang berada di C.
C:\> dir
C:\> dir/p
C:\> dir/w
C:\> dir *.*
C:\> dir /p/w
Melisting semua file (termasuk yang hidden) yang panjang namanya adalah 3 dan berada di C.
C:\> dir ???.* /p/w/a

6. Perintah md / mkdir
Digunakan untuk membuat directory.
Cara penulisan :
md [path] nama_directory
mkdir [path] nama_directory
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah md atau mkdir yang akan digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan 1 :
md data
mkdir program
md latihan
mkdir data\databaru
md data\datalama
md program\program1
md program\program2
md program\program3

7. Perintah cd / chdir
Digunakan untuk berpindah dari 1 directory ke directory lain.
Cara penulisan :
cd [[path] nama_directory]
chdir [[path] nama_directory]
Nama_directory dapat diganti dengan :
. : nama_directory yang sedang aktif (user berada) sekarang.
.. : nama_directory di mana directory yang sedang aktif berada.
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah cd atau chdir yang akan digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan :
cd data
cd databaru
cd ..\..\other
cd ..
cd program
cd ..\

8. Perintah rd / rmdir
Digunakan untuk menghapus directory.
Cara penulisan :
rd [path] nama_directory
rmdir [path] nama_directory

Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah rd atau rmdir yang akan digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.

9. Perintah copy con
Digunakan untuk membuat file.
Cara penulisan :
copy con [drive:][path]nama_file
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik copy con nama_file pada command prompt.
2. Tekan enter.
3. Akan tampil cursor, tempat user dapat mengetikkan isi file.
4. Ketikkan isi file sampai selesai.
5. Setelah selesai, tekan Ctrl+Z. Akan tampil “1 file(s) copied” pada layar. Hal ini berarti file telah terbentuk.
Latihan :
copy con data\datalama\coba1.txt
Hallo
Ini file percobaan doang
copy con data\datalama\coba2.txt
Hallo lagi
Ini file laen lagimestinya


10. Perintah redirection (>, <, >>, <<)
Digunakan untuk mengeluarkan hasil ke suatu file.
Cara penulisan :
perintah_DOS operator_redirection [drive:][path]nama_file
Operator redirection :
o A > B : hasil A dimasukkan ke B.
o A < B : A menerima input dari B.
o A >> B : hasil A ditambahkan ke B.
o A << B : A menerima tambahan input dari B.
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan :
dir/w > data\datalama\isi_w.txt
dir data\datalama\c*.txt > data\datalama\isi_c.txt
dir data\*.* > data\datalama\isi_a.txt
dir program\*.* >> data\datalama\isi_a.txt

11. Perintah type
Digunakan untuk menampilkan isi file ke layar.
Cara penulisan :
type [drive:][path]nama_file
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah type yang ingin digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan :
type data\datalama\isi_a.txt
type data\datalama\coba2.txt

12. Perintah copy
Digunakan untuk meng-copy isi file yang satu ke file yang lain.
Cara penulisan :
copy [drive:][path]nama_file_asal [drive:][path]nama_file_tujuan
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah copy yang ingin digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan 1:
copy data\datalama\isi_a.txt data\datalama\isi_all.txt
copy data\datalama\isi_a.txt data\databaru\isi_a.txt
copy data\datalama\ data\isi_lama

Perintah COPY adalah untuk membuat salinan ke lokasi lain seperti floppy disk atau direktori lain pada harddisk. Sama juga seperti perintah DELETE, perintah COPY juga dapat menggunakan ? dan *.
1. COPY *.* C:\latihan - semua file akan disalin ke direktori C:\latihan
Gambar 1.3. Perintah COPY *.* ke C:\latihan
2. COPY *.DOC C:\latihan – semua file berakhir dengan *.DOC akan disalin ke direktori C:\latihan
3. Perintah COPY /Y digunakan sekiranya ingin membuat salinan dengan tidak mempedulikan file tersebut telah ada atau tidak. gambar berikut, membuat perintah COPY buat kali kedua (autoexec.old), perintah copy akan berhenti sampai kita menjawab YES, NO atau ALL untuk mengganti file tersebut. Tetapi apabila kita tambah /Y pada perintah COPY, instruksi akan terus dilaksanakan. Pilihan /Y ini sangat berguna sewaktu kita ingin mengganti file yang rusak

13. Perintah ren / rename
Digunakan untuk mengubah nama file/directory.
Cara penulisan :
ren [drive:][path]nama_file/directory_lama
[drive:][path]nama_file/directory_baru
rename [drive:][path]nama_file/directory_lama
[drive:][path]nama_file/directory_baru
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah rename yang ingin digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan :
ren data\datalama\isi_a.txt data\datalama\isi1.txt
ren data\datalama\coba2.txt data\datalama\cobalg.txt
ren data\dataold\ data\datatua

14. Perintah del / delete
Digunakan untuk menghapus file. Jika nama file yang dihapus merupakan nama directory, maka semua file yang ada dalam directory tersebut akan dihapus.
Cara penulisan :
del [drive:][path]nama_file
Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah delete yang ingin digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.
Latihan :
del data\datalama\isi1
del data\datalama\

15. Perintah prompt
Digunakan untuk mengubah command prompt DOS.
Cara penulisan :
prompt [prompt-text]
Prompt-text dapat berupa teks apa saja yang diinginkan oleh user atau dapat juga berupa perintah-perintah berikut, semua perintah di bawah diawali dengan menuliskan tanda $ :
• t : waktu di DOS
• d : tanggal di DOS
• p : PATH
• v : versi DOS
• n : indeks dari drive yang aktif
• g : >
• l : <
• b : |
• q : =
• h : backspace, menghapus satu karakter sebelumnya.
• e : karakter escape.
• - : 1 baris kosong.

Langkah-langkah penggunaan :
1. Ketik perintah prompt yang ingin digunakan pada command prompt.
2. Tekan enter.

Latihan :
prompt apa?
prompt anda di $p
prompt $p$g